Rabu, 13 Maret 2013

14 March 2013

Assalamualaikum.
saya malu, tidak pernah menuangkan perasaan lewat permainan kata seindah kamu dan dia.
tapi percayalah, apa yang akhirnya kamu, dia dan kalian baca adalah bagian terjujur yang terposting untuk khalayak :-)
Semoga tidak ada yang tersinggung dengan permainan kata yang (jujur) tidak sehebat kamu, dia dan kalian.
tolong dimaklumi....

Bismilah..
selamat pagi menjelang siang untuk kamu gadis manis, dia lelaki hebat dan kalian terluarbiasa.
ketika pertama diberitahu ada sebait dari suratmu yang diyakininya tertuju untukku, ada ragu dan tanya seketika. Sampai detik saya memposting tulisan sampah ini, saya masih berpikir itu telalu berlebihan jika kamu gadis manis yang saya kagumi meluangkan waktu hanya untuk sekedar mengucapkan terimakasih pada  seorang saya yang seperti ini :-)
Maafkan jika saya telah lancang memposting si penganut segitiga bulan bintang itu halaman kemaren dari blog ini.

Dear kamu gadis manis yang saya kagumi,
Pertama kali mendengar namamu beberapa bulan lalu, sempat berharap suatu saat nanti lini waktu akan mempertemukan kita bertiga. Ya, saya, kamu dan dia.

kamu tahu, saya pernah iri pada kamu gadis manis yang saya kagumi,
karena kamu pernah menjadi wanita terhebat di hidup lelaki "teraneh" yang saya temui,
kamu pernah menjadi wanita terberuntung mengukir jutaan waktu bersama lelaki 'terealistis" yang pernah berbincang bersama saya dan kamu wanita luar biasa pilihan Tuhan yang diberi kesempatan mendampingi dia lelaki "terdiam" menuju proses pendewasaan diri.....
bahkan kamu walaupun mungkin bukan wanita pertama yang menangis karena dia..

kamu tahu, dia lelaki yang kita kenal sebagai lelaki terdiam, sering menyebut namamu
untuk setiap langkah positif di hidupnya.
dia sering menyebut namamu juga ketika pujian terlontar dari mulut saya.
saat itu saya berdoa semoga Tuhan menepukan kedua tangan-NYA untuk menyatukan kalian.

sampai beberapa saat lalu dia berkisah tentang badai yang terjadi pada kalian,
kamu tahu, saya ikut menyesalkan dalam hati dan ikut mempertanyakan kepada Tuhan kenapa badai itu juga harus menimpa kalian. Seharusnya cukup itu terjadi pada saya saja T_T
apapun itu yang terjadi, siapapun yang sering menebar duri selama kalian bersama dan sebanyak apapun derai tawa dan tangis saat dahulu, semoga  tidak pernah menghanyutkan kamu dan dia pada cita-cita masa depan yang masih penuh misteri.

Hmm, tapi kita memang tidak pernah tau apa yang terjadi dengan masa depan kita
Termasuk ketika tiba-tiba Tuhan menuntun saya mengenal lelaki "aneh" yang saya kagumi.
Obrolan yang berbatas dan kadang hanya menontonkan ketololan saya, tapi lelaki yang kita kenal itu sangat menyeimbangkan jiwa dan pikiran saya...
Maaf, saya cukup tahu diri menginjak 26 usia di tahun ini, setidaknya saya tau dimana harus mencari  jawaban yang saya butuhkan dari setiap pertanyaan hidup,melalui konsep yang selalu dia ingatkan bahwa "Tuhanmu itu adalah hatimu"
Sungguh saya  percaya, ada rencana besar Tuhan untuk apa-apa yang terjadi dalam hidup kita..
Dan apapun itu, Semoga yang terbaik selalu tercurah untuk kamu, dia, saya dan kalian.

Dear gadis manis yang saya kagumi,

Tadi malam, dia mengingatkan saya akan makna 14 Maret bagi hidup kamu.
Saat dimana tangisan pertamamu terdengar bumi dan  senyuman mu terlihat malaikat.

                                                                                SELAMAT ULANG TAHUN

kamu wanita muda manis yang hebat, tangguh dan tetap rendah hati.
semoga apapun pembelajaran yang kamu terima adalah hadiah terkecil dari Tuhan untukmu.
karena saya berharap hadiah terbesar itu berupa lelaki sholeh yang akan membawamu ke surga.

kepahitan dan segala kesakitan yang kamu rasa akan tergantikan kebahagiaan yang akan kamu raih.
Semoga panjang umur walaupun ( kata lelaki yang kita kenal itu ) ulang tahun adalah sesungguhnya pengurangan jatah usia kita di dunia dan semoga dilancarkan apapun yang menjadi urusanmu. Amin..






Tidak usah berkecil hati dengan badai yang saya yakin sempat meluluh lantahkan pondasi ketegaranmu dan Mungkin hal yang sama juga terjadi pada lelaki yang kita kenal itu..
bahwa pertemuan adalah perpisahan yang tertunda. bahwa keabadian sesungguhnya hanya milik Sang Maha Pemilik Hidup dan bahwa dunia hanya sementara.
Walaupun diselangkahnya kamu, dia dan saya kali ini harus sendiri, tapi ingat satu hal ada senyum ibu bapak kita di setiap langkah yang itu akan jauh menguatkan kita.
Mari kita sama-sama bermunajat dilimpahkan Rahmat dan dijadikan baiklah kita untuk siapapun dia yang terbaik buat kamu, dia dan saya ;)

Yakinilah. yang baik menurut kita belum lah tentu baik menurut-NYA.
Usia muda mu masih akan membawamu ke petualangan hidup lainnya :-)


Kita telah Tiba diakhir tulisan tidak beraturan ini, semoga jika suatu saat nanti Tuhan merestui kita,si pecinta senyuman ibu dan bapak, untuk dipertemukan, dengan atau tanpa lelaki yang kita kenal itu, saya akan melihat kamu tersenyum untuk bahagiaku dan saya pun begitu untuk bahagiamu.
Sekali lagi Maaf untuk segala kelancangan saya.
tapi sungguh,hanya keberanian yang menjadi modal saya kali ini :)

Biarkan esok membawa kamu,dia dan saya kemanapun esok mau.

Wasss.





Tidak ada komentar: