Selasa, 19 Agustus 2014

Pernah ga sih kamu ngerasa lelah untuk memperjuangan sesuatu yang telah memakan hampir setengah dari waktu kamu untuk mempertahankannya ?

Pernah ga sih kamu ngerasa pengen diperjuangkan oleh orang lain yang kadar perjuangannya melebihi dari kamu memperjuangkan orang lain?

Pernah ga sih kamu mimpi buruk burulang-ulang didatangi sama orang jahat yang bener-bener jahat dan kamu mengenal dekat orang jahat tersebut ?

Pernah ga sih kamu berpikir punya keluarga utuh yang bahagia tapi tiba-tiba suami kamu ketauan selingkuh?

Pernah ga sih kamu ngerasa nyaman cerita pada diri sendiri?

Pernah ga sih kamu berpikir kalau aku mati bagaimana reaksi keluarga, teman-teman dan lingkungan mu?

Pernah ga sih kamu hanya butuh kedamaian dan telinga yang hanya bisa mendengarkan kamu tanpa banyak menasehati?

Pernah ga sih berpikir pengen bertukar peran kehidupan dengan orang lain ?

Pernah ga sih kamu tetep bertahan pada apa yang sesungguhnya sudah tidak ingin dipertahanin kamu?

Pernah ga sih kamu terus memaafkan orang yang tiap detiknya digunakan untuk terus menyakiti kamu?

Pernah ga sih kamu berbicara pada Tuhan tentang "kenapa begini kenapa begitu " disaat semua kamu anggap tidak adil?

Pernah ga sih kamu tiba-tiba hanya pengen nangis tanpa kamu tau sebenernya kamu kenapa?

Pernah ga sih kamu bahagia sebahagia bahagia nya tentang hidup dan apapun yang kamu dapat?

Aku mungkin kurang bersyukur, mungkin harus banyak belajar bersyukur, pasti...

Jakarta, 19 Agustus 2014

Senin, 18 Agustus 2014

Ketika dua ( tidak selalu ) menjadi satu

Malam itu, kami sedang menonton sebuah acara televisi.

Saya: “Itu siapa, sih?”
Suami: “Itu Hariman Siregar, dia aktivis mahasiswa pas Malari tahun 74 yang mau menjatuhkan Soeharto model kaya tahun 98 kemarin.”

Suami saya pun menjelaskan panjang lebar mengenai Hariman Siregar dan kami pun asyik mengobrol mengenai kondisi politik Indonesia.
Sampai tiba-tiba, “Ini lagu apa, sih?”
Saya: “Oh, itu George Michael. Ini lagu Wake Me Up Before You Gogo waktu dia masih sama The Wham, band-nya.”

Ya, kira-kira dapat gambaran, ya, bagaimana ‘dekat’nya interest saya dan suami? Masih banyak lagi perbedaan antara kami berdua.

Saya dari kecil hidup dekat dengan keluarga. Suami sejak SMP sudah ‘keluar’ rumah untuk sekolah di kota lain.
Saya biasa menghabiskan waktu dengan teman-teman di cafe atau coffee shop, suami suka camping atau naik gunung.
Saya enggan keluar rumah kalau hanya memakai daster, suami cuek pakai sandal jepit kalau ke mal.
Saya penikmat buku, majalah, tabloid dan film, suami penikmat koran dan tayangan berita serta sepakbola.

Begitu banyak perbedaan antara kami, bahkan banyak orang-orang sekitar kami yang berspekulasi saat kami mulai dekat dan memutuskan menikah. Tragis, ya *duile, lebay amat, haha*.
Tapi serius, banyak yang meragukan hubungan kami. Terus apa yang membuat kami tetap bersama?
Niat *suit suiiit*.

Pasti banyak Mommies yang merasa hubungan dengan suaminya juga penuh perbedaan. Tapi sungguh, kalau sudah kenal saya dan suami baru akan tahu perbedaan macam apa yang ada di antara kami.

Di awal pernikahan hingga tahun keempat pernikahan, menyatukan 2 kepala (yang kebetulan sama-sama keras, nah ini dia persamaan kami, sama-sama keras kepala!), nggak mudah sama sekali. Ada saja hal-hal kecil yang kami ributkan, mulai dari saya yang merasa nggak diperhatikan, suami yang merasa dicurigai terus akibat saya kalau nanya seperti satpam (hehehe) dsb dsb.

Semakin ke sini, makin sadar bahwa niat saja nggak cukup dalam pernikahan. Harus ada toleransi antara suami dan istri. Seniat-niatnya atau secinta-cintanya, kalau nggak ada toleransi, perpisahan bisa saja terjadi. Nah, batas toleransi ini dalam setiap manusia kan berbeda-beda, ya. Misalnya, ada yang bisa cemburu buta kalau lihat istrinya terima SMS dari pria lain (ya, terima SMS saja padahal, kirim saja tidak), sementara pasangan yang lain si suami malah bisa mingle sama sahabat-sahabat istri yang lelaki semua itu. Yang lain lagi, ada pasangan yang suaminya merelakan sang istri menjadi bread winner, sementara pasangan lain si suami bete melihat istrinya sibuk dan karirnya bagus di kantor.

Menyadari hal ini, kami berkaca pada diri masing-masing, sejauh mana batas toleransi yang ada dalam diri masing-masing. Apakah saat suami nggak kasih kabar setiap 2 jam sekali harus jadi masalah? Apakah saat saya tertidur nggak bukakan pintu saat ia pulang malam akan dijadikan masalah olehnya? Atau sesederhana, apakah kalau suami menaruh handuk basah di kasur jadi masalah?

We try not to sweat small things. Mencoba, ya, bukan berarti saat ini sudah tidak melakukannya. Lalu berpikiran positif, suami nggak bisa ngasih kabar, saya lebih memilih untuk berpikir, “Oh, mungkin baterai habis atau nggak ada sinyal” daripada meneleponnya (yang nggak diangkat-angkat) atau mengirimkan beribu SMS (yang tidak dibalas), bikin kesal sendiri, kan? Mendingan berpikiran positif dan memiliki kesibukan sendiri.

Kemarin, 29 Juli, adalah 5 tahun kami bersama. Tak ada perayaan, tak ada kado spesial, tak ada bunga atau apa pun. Saya pribadi hanya bersyukur, kami bisa berjalan sejauh ini.
Kami memang telah menikah, menjadi satu dalam sebuah keluarga. Tapi ada hal-hal di mana kami harus tetap menjadi diri sendiri. Suami saya sangat mengerti jika saya butuh me-time entah nonton konser, ke bioskop, atau hang out dengan teman-teman zaman single. Demikian pun saya, nggak boleh menghentikan hobinya naik gunung, camping atau hanya sekedar nongkrong dengan sahabat-sahabatnya.
Banyak teman suami saya yang bilang, bahwa ia beruntung menikah dengan saya yang ‘rela’ membiarkan ia nongkrong dengan teman-teman lainnya tanpa harus berkilah, mencari alasan yang masuk akal atau berbohong pada pasangannya. Bahkan, teman-temannya yang masih single pun bilang, mau cari istri yang seperti saya, yang bisa membiarkan suami pergi kemana-mana sendiri, bergaul dengan teman-temannya *uhuk, maap, ini special edition, hihihi*.
Walaupun banyak yang memuji cara kami, tapi tidak ada yang sempurna  kan? Kehidupan pernikahan setiap pasangan pasti berbeda. Ada yang setelah menikah langsung menjadi satu kemana pun mereka pergi atau ada juga yang seperti kami, which one are you, Mommies?

Senin, 11 Agustus 2014

T.R.U.L.Y



In life , you will realize there is a role for everyone you meet. some will test you, some will use you, some will love you and some will teach you.
but the one truly important are the ones who bring out the best in you. they are the rare and amazing people who remind you why it's worth it.

yeah...i would like to tell you something.. Sstt.. this is not my secret anymore :)) You deserved to knowing me more closer :)) Curcol aja ini mah hehhe

but i can't get you out of my head.
My friends are sick of hearing about you ( absolutely ) and i think my brain might almost be too T_T
Your words, your ideas, our conversation, our story.
They go around and around in my head, keeping me up until early in the morning. But no matter how much i think about you, I can't get enough. I yearn for another second of your laughter, for another glimpse inside your mind, for another chance to hear my name from your voice.
I look forward to our next talk, even if it's just about the weather.
Just a hello. Anything.... Anything that might make you think about me as much as I think about you.
Because i can't get you out of my head.


the matters of love will never end of our lives, exactly.

You know, the feeling where you stay up at night, stare at your ceiling, ask yourself an infinite number of questions, then sit there and debate on weather or not you actually want to know the answer.
The feeling where you wonder who truly cares about you and who is just saying you, who is there for you and who is so desperately waiting for you to fail.
The feeling where you feel like you're not good enough, that you need to be this, this, and this to be successful and liked. you crave for the attention you know you can't have.
The feeling where you get frustrated because it's physically impossible to be 100% happy. You want someone to vent to but no one will understand you.
The feeling where you question your value, your worth, your pride, yourself, everything.......and you think. Over think. All night. All you're left with , is you, yourself, and a very dark place.

I don't know where to go from here. I don't even know who I am anymore...




























Jakarta, 11 August 2014
Kondeet

Sabtu, 05 Juli 2014

The man of this month part III

Setelah beberapa waktu lalu gue spesial memposting andi nugroho open please and open please sebagai lelaki terroyal versi hidup gue dan syarief nugraha hasbi alias arief open please sebagai lelaki tersabar pertama versi hidup gue. Oke kali ini gue mau bercerita juga tentang temen gue yg lain, tepatnya sahabat deh, yang hampir mau 2 tahun tiap hari berinteraksi sama gue.
Namanya gempar rahmad. Gua biasa manggil mamat karena nama dia ga cocok sama body nya yg minimalis :))

Satu kata yg ada di otak gue kalau nyebut namanya adalah NGESELIN.
Ngeseleninnya udah masuk stadium ganas. Paling sering nguji kesabaran gue banget dah nih bocah kamprett :))

Kadang ngeselin lucuk, tapi sering juga ngeselin yg bener2 bikin emosi jiwa.
Masa iya si kampret itu bikin gue ga bisa tidur lagi ampe pagi. Ini udah ga lucuk!! Makanya gue ngambek dan diemin dia ada kali seminggu haha.
Jadi dia pernah nge-Ping gue jam 1 pagi cuma bilang dia ga bisa masuk dan mau numpang tidur di kamar gue ( waktu itu ada emaknya datang dari aceh dan tidur dikamar nya ) . Cerita lengkapnya panjang menyangkut si anak yanto, ghalih dan vantoz juga.
Intinya setelah gue buka pintu dan melek maksimal eh si kampret cungkring kaga nongol lagi. Bbm, wassap, sms, tlp gue ga dijawab. Pake ada drama ganti DP bbm pake anjing segala :p
Ya gituuuuuuu taulah ending nya gue ga tidur ampe adzan shubuh dengan emosi bergelora di dada ( pengen makan dia ) dan si punya masalah sama sekali ga ngerasa bersalah malah langsung capcus liburan ke bandung sama keluarganya.

Dia klo ada maunya hrs diturut. Pernah si tanzil, ade nya, minta duit kuliah dng rincian yg gede dan ga masuk akal ( menurut dia ). Kebetulan si kesayangan gue sekampus sama doski, kaka tingkat gtulah. Malem2 dong gue disuruh nanyain dan nyari pembenaran atas biaya itu, ampe kesayangan gue ngomel2, eh abis itu si mamat songong pula minta jwban cepet. Padahal ujungnya, abangnya dia yg bayar hahaaha.

Dia satu-satu nya anak yang suka gedor2 kamar gue ga tau waktu sambil teriak2 " bons bons bons" . Kesannya kamar gue dan gue itu mesin absen nya dia zzzzzz.
Dia datang, mau pergi dan mau boker juga masih teriak teriak bons bons bons, ngesiln !
kalau gue lagi tidur atau lagi me time atau lagi telponan atau apalah activitas pribadi gue, suka mendadak mual ngedenger teriakan dia yg ga banget .

Betah banget ngejogrog dikamar gue, padahal dia paling sering nyela kamar gue itu panas. Paling sesukanya pake gelas, sendok, piring gue, dan naro bekasnya didepan kamar gue, Entah apa yang ada di pikiran dia -__-

Dia juga nih ya doyan banget bikin gue gemuk. Ngajakin makan di jam terlarang terus.
Pernah jam 1 malam maksa makan bakmi roxy kan hamsiyong.
Klo gue bilang takut gemuk, pasti tar si kampret bilang "ga baik bons nahan laper tar kram otak loh" .. yaakaliiiiii
Oya satu lagi, dia follower gue bingittzzz #DitimpukMamat hhaha.
Dari mulai Hape, sampe selera makananpun ngikutin wkwkwk so artis bingits ya gue. Haghaghgah.
Buruk semua ya.
Hahha..

Tapiiii gitu2 juga dia tersolider sebagai temen, baik, ga itung2an, tulus, penurut,good listener, penurut sama gue, selalu bikin gue ketawa ngakak dan sabar bingit ngadepin sifat gue yang moody. Mungkin karna kita berada dinaungan bintang yg sama sagitarius, jadi kita cocok banget berteman. Berantem dan baikan dalam waktu bentar.
Apalagi kalo udah ngumpul berempat sama anak yanto dan si follin, udah dah ada aja yg bikin ngakak.
Mamat itu orangnya ga perhitungan masalah barang, ga rese lah. Duit kita berempat muterr ga jelas khas anak kosan. Tapi untung diantara kita, dia gajian paling awal tgl 25, lumayan bisa buat nafas ampe gajian. Hohoho
Gue bisa cerita apapun sama si kampret cungkring itu :))
Orangnya juga ngemong sama temen, ga pelit sama barang,.
Pokonya gue nyamaaaaaaaaaaaannnnnn banget klo udah ngumpul berempat.
Bisa jd diri sendiri yg pacar kitA aja nih mungkin ga tau busuk2 nya kita, itu lebih dari segalanya.
Hhmmmm, Cepet atao lambat rutinitas dan frekwensi persahabatan kita ini bakal berubah.
Salah satu dr kita pasti akan nikah dan keluar dari kosan ( ya allah semoga gue yg pertaman ya aamiin allohuma ya aamiin )
Gue bersyukur atas anugrah persahabatan ini dari Allah SWT,..
Setidaknya ada yg bisa gue ceritain ke anak cucu kelak.
So, Semoga tulisan ga berarti ini, bisa jd reminder kita di 5 atao 10 tahun yg akan datang.
Kalo kita pernah banyak ketawa melakukan hal bodoh di kosan bali.
* foto menyusul ya cyn, ga bisa upload dari sindang *
Cupcupmuah buat kalian.

Senin, 16 Juni 2014

antara belanda dan jepang

Dari dulu gue punya mimpi untuk bisa tinggal di luar negeri, hehe.
Entah itu untuk melanjutkan study, penugasan pekerjaan atau ikut suami :p

Gue seneng denger cerita orang2 yang merantau di negeri orang. Bagaimana mereka bertahan hidup, melakukan aktivitas sehari-hari, belajar bersosialisasi dengan lingkungan, belajar bahasa setempat, exploring daerah baru dan tentunya merasakan menjadi minoritas sebagai pemeluk agama islam.
Tampak menyenangkan walaupun gue tau itu tidak mudah.
but i would to try.

Gue juga mau ko andai nanti di bawa suami ke luar negeri, entah suami melanjutkan studi sambil bekerja atau memang untuk bekerja disana, Gue ikhlas ko jadi ibu rumah tangga, walaupun harapan gue sih tetep bisa berkarir setelah menikah.
gue akan jadi wanita mandiri, ngurus suami dan anak di rumah aja hihi.
pergi ke pasar sendiri, nyuci dan ngepel sendiri, masak dan beresin rumah sendiri sampai antar jemput anak sekolah sendiri juga.
setau gue sih biaya hidup di luar negeri itu mahal banget, jd gue mau juga ko kemana-mana pake sepeda :))
gue akan merasakan bener2 what a simple life with a lot of happiness.
Menjadi ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak :))

suasananya pasti tidak akan sama kaya di jakarta yang super duper hedon.
harus punya kendaraan untuk menunjang aktivitas ( karena public transportation tidak mendukung ) dan taraf kebahagiaan orang di ukur dengan what do they have, syarat untuk dihormati lingkungan dengan what do they have too, sangat ribeetttt :/


Belanda, negara impian pertama gue di eropa.


Mungkin nanti gue kaya gitu, kemana-mana pake sepeda :)






 


Bakal liat bunga tulip terus <3 br="">






























 Mungkin gue akan menempati salah satu dari rumah itu




Gue pasti akan selalu bawa anak gue bermain di taman-taman seperti ini.






Jepang. negara pertama impian gue di asia.

seperti biasa, gue akan menjadi wanita mandiri nganter anak sekolah, belanja ke pasar menggunakan sepeda XD





Taman jadi pilihan piknik keluarga ( gratiss )





Family room gue mungkin kaya gini
 


Kalau kata temen gue yg sekarang tinggal di jepang, orang jepang jarang yg memiliki rumah pribadi. Karena harga tanah dan rumah disana sangat maha, belum lagi biaya hidup di jepang adalah peringkat ke 5 termahal setelah swiss da Melbeurn. kebanyakan mereka tinggal di apartemen.
apartemen seperti ini yg akan dihuni gue dan keluarga :D






hahhaha...
udah ah ngayal nya..
kira-kira siapa yang mau ngajak gue hidup prihatin dan mandiri di negara orang? ^^

Selasa, 10 Juni 2014

Capres dan Cawapres pilihan 2014



Sebelumnya sy tdk pernah ikut terlalu dalam untuk urusan politik. Tapi sy pikir, generasi muda seperti kita yg pada akhirnya akan mewarisi baik atau buruk apa yg dibangun pendahulu kita.
Maka sudah bukan waktunya lagi buta politik dan  bersikap masa bodo dengan calon2 pemimpin yg akan menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan. Jika kita tidak ingin diwarisi sistem pemerintahan yang bobrok dan kembali miskin karna sebagian aset dan kekayaan bangsa indonesia dijual kepihak asing.

Sudah jadi rahasia umum lagi kalau saya memang memiliki kecenderungan untuk memilih pasangan Prabowo – Hatta, walaupun masih ada kemungkinan pilihan saya berubah. Secara akhir-akhir ini saya lebih aktip men share link-link dari berbagai sumber sebagai bahan refrensi. Boleh lah disebut Negative campaign tapi menolak disebut black campaign. 

Debat tadi malam cukup ,menarik perhatian krn ini merupakan debat pertama pasangan capres cawapres no urut 1 Prabowo – Hatta dan pasangan capres cawapres no urut 2 Jokowi – JK secara terbuka.
Pasangan no urut 1 Prabowo – Hatta tampil dengan seragam andalannya kemeja putih sedangkan pasangan no urut 2 Jokowi – JK tampil beda dengan menggunakan jas hitam. Walaupun bagi sebagian orang perubahan penampilan bukan hal penting, tapi bagi saya itu adalah mencerminkan konsistensi atas komitmen dari masing2 kubu. Dimana jokowi yg sudah punya trademark kotak-kotak untuk semakin mempertegas bahwa beliau adalah pemimpin yg sederhana, merakyat dan jujur kini tiba-tiba muncul dengan tampilan jas hitam rapi terkesan ekslusif.  Jangan salahkan paradigma sebagian orang yg sama seperti saya, bahwa berkomitmen atas apa yg dibangun untuk “pencitraan diri” saja tidak bisa dijaga, apalagi komitmen yg lebih besar untuk memimpin bangsa indonesia. Memang tidak ada yg salah dengan busana yang dikenakan oleh pasangan nomor urut 2, tapi bagi saya Jokowi sudah sangat melekat dengan kotak-kotak dan itu sudah jadi identitas diri untuk menunjukan kesederhanaan beliau.  Berhubung ini adalah “pertarungan” maka baiknya apa yg sudah “dijual” kemasyarakat  tetap di pertahankan.
Bagi saya skor sudah 1-0 untuk kemenangan Prabowo – Hatta.

Masuk ke season debat, kubu Prabowo – Hatta berhasil menjawab pertanyaan dari moderator sesuai dengan substansi. Dengan menjabarkan secara jelas, gamblang langkah-langkah kongkret yg akan diambil jika belau terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Setiap alasan yg disebutkan oleh Prabowo, lugas, tepat, tegas, masuk akal dan sesuai dengan kapasitas pertanyaan. Didukung oleh Hatta yg merupakan ekonom dan memiliki pengalaman dalam regulasi pemerintahan, melengkapi apa yang dimiliki Prabowo. Berbicara lebih banyak kepada langkah, konsep, inovasi dan eksekusi.  Memilih kekuatan pangan dan energy sebagai high priority diawal-awal masa kepemimpinannya dengan tetap mengusung demokrasi dan kepastian hukum sebagai landasannya. Semua yg dikemukakan masih didalam koridor etika, cerdas dan bertatakrama .

Berbeda dengan kubu pasangan Jokowi – JK yang terus stuck dengan “menjual” pencapaian, pengalaman dan prestasi yang sebenarnya masih belum 100 persen di nilai sukses oleh masyarakat.
Jokowi lebih banyak mengemukakan tentang pembenahan sistem,  pro requirement dan pemilihan SDM yg berkualitas. 

Seperti ketika moderator bertanya kerangka hukum untuk tetap menjaga keutuhan bhineka tunggal ika, Jokowi tidak menjawab dengan tegas dan jelas jenis kerangka hukum apa yang akan digunakan. Beliau hanya membahas mengenai prestasi mengangkat Lurah Suzan yg background nya memiliki keyakinan agama berbeda dng mayoritas penduduk setempat. Jokowi lebih terlihat tidak siap dengan semua pertanyaan yang diajukan oleh moderator, terlihat dengan jawaban yang kebanyakan tidak sesuai dengan pertanyaan, jawaban yg terlihat tidak yakin dan lebih banyak meminta JK untuk melanjutkan penjelasan. Saya lihat Jokowi tertolong oleh pernyataan –pernyataan JK yang jauh lebih berbobot dibanding Jokowi, Lebih konsepsional dan lebih sesuai dengan substansi pertanyaan.

Terlihat jokowi banyak menjual prestasi sendiri ketika moderator membahas tentang diskriminasi. Dimana, Jokowi  menyatakan bahwa beliau ditunjuk sebagai Capres krn prestasi bukan karna ketua partai, terdengar seperti nada sindiran untuk kubu Prabowo. Jokowi juga terkesan menganggap remeh sistem dengan pernyataan yang menimbulkan pro kontra mengenai e-Government  “ tinggal panggil programer 2 minggu beres” ibarat launching bus karatan tanpa test kelayakan akhirnya tidak bisa dipake dan merugikan uang rakyat 
Untuk tambahan informasi, saya bekerja disuatu perusahaan yg sekarang ikut menyesuaikan rules pekerjaan berdasarkan sistem e-government yang sudah mulai diterapkan terhitung saat Jokowi mulai menjabat jadi Gubernur. Sampai sekarang sudah hampir berjalan 2 tahun sistem belum berjalan optimal. Mana bukti ungkapan jokowi yang menyebutkan tinggal panggil programer 2 minggu beres? Terlihat beliau tidak memahami kompleksitas yg terjadi di lapangan. Jelas! 

Andalan selanjutnya blusukan, dengan tujuan mendengarkan keluhan warga dan menampung aspirasi. Padahal tahukah anda, dana APBD DKI untuk sekali blusukan Gubernur sangat tinggi? Bisa dibayangkan jika Presiden lebih banyak blusukan ketimbang mengawasi sistem yg dibangun ?

Pernyataan Jokowi lain mengenai Politik Anggaran yg bisa menimbulak disintegritas bangsa. Jokowi bilang kalau bagus dapat reward, kalau terjadi kebocoran akan ada pemotongan APBD daerah tersebut. Gimana logikanya , bila yg menikmati penyelewengan tsb adl pejabat negara, tp rakyatlah yg hrs menanggung beban. Gimana roda pembangunan daerah bs berjalan, bila tjadi kebocoran anggaran tp masyarakat yg menanggung akibatnya. Jadi, politik anggaran yg disampein Jokowi yg maen potong APBD tsb tidak mencerminkan azas keadilan kpd rakyat kecil. Contoh RSUD berhenti beroperasi krn kekurangan dana, yg jd korban rakyat kecil.

Yang lebih menarik adalah ketika season saling memberikan pertanyaan, kubu Prabowo – Hatta memberikan pertanyaan yang realistis mengenai pemekaran daerah dan langkah menghapus diskriminasi.Terlihat terjadi debat dan adu argument yang sehat antara kedua belah pihak.

berbeda dengan kubu Jokowi - JK yang lebih memilih mengangkat isue daur ulang HAM yang JELAS belum terbukti keakuratannya ( karna sama sekali tidak pernah masuk ke ranah pengadilan, diadili dan dihukum ). Dengan gentle, tegas menjawab semua pertanyaan. Prabowo memberikan klarifiaksi di depan publik dengan memberikan clue untuk membuka kasus ini lagi dengan lebih transparan. Prabowo menjelaskan bahwa dia prajurit bertugas untuk menjaga keamanan dan keutuhan bangsa dan rakyat indonesia. Prabowo merupakan prajurit yg bertagung jawab kepada atasannya. Terlihat mana yg negarawan dan mana yg petugas partai, Prabowo tidak berusaha untuk menyerang balik kubu Jokowi dengan mengangkat isue daur ulang. 

Pertanyaan yang menyerang pribadi pertanda belum move on, JK mesti paham bhw atasan penanggung jawab tertinggi tindakan &pengawasan bawahannya.
Secara keseluruhan dari debat tadi malam, saya cenderung lebih puas dengan jawaban, pemikiran dan sikap yang ditunjukan oleh pasangan nomor urut 1. Pasangan nomor urut 2 terlihat by skenario untuk semua jawaban-jawaban sistematis.

Saya memang mengagumi sosok Jokowi dan telah memilih beliau untuk memimpin DKI 5 tahun kedepan. Saya memiliki pengharapan yang tinggi untuk perubahan yang sesuai dengan janji kampanye beliau. Tapi belum sepenuhnya selesai dengan amanahnya, beliau sudah ingkar untuk memilih mengemban amanah yg jauh lebih besar dibanding Gubernur. Alasan untuk lebih mendapatkan kekuatan penuh dalam mengelola DKI sangat tidak rasioanl. Presiden tidak hanya untuk mengurusi masalah yang ada di DKI, lebih dari itu presiden menangani masalah dari seluruh pelosok negeri dengan tidak menganakemaskan salah satu daerah.
Sosok pak Jokowi nya sih ga ada apa-apa, yang ada apa-apa itu adalah orang-orang yg ada dibelakangnya. Jadi sudah bisa tentukan pilihan?
Semua demi #IndonesiaHebat #IndonesiaBangkit dan #NoGolput