Pernah ga sih kamu ngerasa lelah untuk memperjuangan sesuatu yang telah memakan hampir setengah dari waktu kamu untuk mempertahankannya ?
Pernah ga sih kamu ngerasa pengen diperjuangkan oleh orang lain yang kadar perjuangannya melebihi dari kamu memperjuangkan orang lain?
Pernah ga sih kamu mimpi buruk burulang-ulang didatangi sama orang jahat yang bener-bener jahat dan kamu mengenal dekat orang jahat tersebut ?
Pernah ga sih kamu berpikir punya keluarga utuh yang bahagia tapi tiba-tiba suami kamu ketauan selingkuh?
Pernah ga sih kamu ngerasa nyaman cerita pada diri sendiri?
Pernah ga sih kamu berpikir kalau aku mati bagaimana reaksi keluarga, teman-teman dan lingkungan mu?
Pernah ga sih kamu hanya butuh kedamaian dan telinga yang hanya bisa mendengarkan kamu tanpa banyak menasehati?
Pernah ga sih berpikir pengen bertukar peran kehidupan dengan orang lain ?
Pernah ga sih kamu tetep bertahan pada apa yang sesungguhnya sudah tidak ingin dipertahanin kamu?
Pernah ga sih kamu terus memaafkan orang yang tiap detiknya digunakan untuk terus menyakiti kamu?
Pernah ga sih kamu berbicara pada Tuhan tentang "kenapa begini kenapa begitu " disaat semua kamu anggap tidak adil?
Pernah ga sih kamu tiba-tiba hanya pengen nangis tanpa kamu tau sebenernya kamu kenapa?
Pernah ga sih kamu bahagia sebahagia bahagia nya tentang hidup dan apapun yang kamu dapat?
Aku mungkin kurang bersyukur, mungkin harus banyak belajar bersyukur, pasti...
Jakarta, 19 Agustus 2014
Selasa, 19 Agustus 2014
Senin, 18 Agustus 2014
Ketika dua ( tidak selalu ) menjadi satu
Malam itu, kami sedang menonton sebuah acara televisi.
Saya: “Itu siapa, sih?”
Suami: “Itu Hariman Siregar, dia aktivis mahasiswa pas Malari tahun 74 yang mau menjatuhkan Soeharto model kaya tahun 98 kemarin.”
Suami saya pun menjelaskan panjang lebar mengenai Hariman Siregar dan kami pun asyik mengobrol mengenai kondisi politik Indonesia.
Sampai tiba-tiba, “Ini lagu apa, sih?”
Saya: “Oh, itu George Michael. Ini lagu Wake Me Up Before You Gogo waktu dia masih sama The Wham, band-nya.”
Ya, kira-kira dapat gambaran, ya, bagaimana ‘dekat’nya interest saya dan suami? Masih banyak lagi perbedaan antara kami berdua.
Saya dari kecil hidup dekat dengan keluarga. Suami sejak SMP sudah ‘keluar’ rumah untuk sekolah di kota lain.
Saya biasa menghabiskan waktu dengan teman-teman di cafe atau coffee shop, suami suka camping atau naik gunung.
Saya enggan keluar rumah kalau hanya memakai daster, suami cuek pakai sandal jepit kalau ke mal.
Saya penikmat buku, majalah, tabloid dan film, suami penikmat koran dan tayangan berita serta sepakbola.
Begitu banyak perbedaan antara kami, bahkan banyak orang-orang sekitar kami yang berspekulasi saat kami mulai dekat dan memutuskan menikah. Tragis, ya *duile, lebay amat, haha*.
Tapi serius, banyak yang meragukan hubungan kami. Terus apa yang membuat kami tetap bersama?
Niat *suit suiiit*.
Pasti banyak Mommies yang merasa hubungan dengan suaminya juga penuh perbedaan. Tapi sungguh, kalau sudah kenal saya dan suami baru akan tahu perbedaan macam apa yang ada di antara kami.
Di awal pernikahan hingga tahun keempat pernikahan, menyatukan 2 kepala (yang kebetulan sama-sama keras, nah ini dia persamaan kami, sama-sama keras kepala!), nggak mudah sama sekali. Ada saja hal-hal kecil yang kami ributkan, mulai dari saya yang merasa nggak diperhatikan, suami yang merasa dicurigai terus akibat saya kalau nanya seperti satpam (hehehe) dsb dsb.
Semakin ke sini, makin sadar bahwa niat saja nggak cukup dalam pernikahan. Harus ada toleransi antara suami dan istri. Seniat-niatnya atau secinta-cintanya, kalau nggak ada toleransi, perpisahan bisa saja terjadi. Nah, batas toleransi ini dalam setiap manusia kan berbeda-beda, ya. Misalnya, ada yang bisa cemburu buta kalau lihat istrinya terima SMS dari pria lain (ya, terima SMS saja padahal, kirim saja tidak), sementara pasangan yang lain si suami malah bisa mingle sama sahabat-sahabat istri yang lelaki semua itu. Yang lain lagi, ada pasangan yang suaminya merelakan sang istri menjadi bread winner, sementara pasangan lain si suami bete melihat istrinya sibuk dan karirnya bagus di kantor.
Menyadari hal ini, kami berkaca pada diri masing-masing, sejauh mana batas toleransi yang ada dalam diri masing-masing. Apakah saat suami nggak kasih kabar setiap 2 jam sekali harus jadi masalah? Apakah saat saya tertidur nggak bukakan pintu saat ia pulang malam akan dijadikan masalah olehnya? Atau sesederhana, apakah kalau suami menaruh handuk basah di kasur jadi masalah?
We try not to sweat small things. Mencoba, ya, bukan berarti saat ini sudah tidak melakukannya. Lalu berpikiran positif, suami nggak bisa ngasih kabar, saya lebih memilih untuk berpikir, “Oh, mungkin baterai habis atau nggak ada sinyal” daripada meneleponnya (yang nggak diangkat-angkat) atau mengirimkan beribu SMS (yang tidak dibalas), bikin kesal sendiri, kan? Mendingan berpikiran positif dan memiliki kesibukan sendiri.
Kemarin, 29 Juli, adalah 5 tahun kami bersama. Tak ada perayaan, tak ada kado spesial, tak ada bunga atau apa pun. Saya pribadi hanya bersyukur, kami bisa berjalan sejauh ini.
Kami memang telah menikah, menjadi satu dalam sebuah keluarga. Tapi ada hal-hal di mana kami harus tetap menjadi diri sendiri. Suami saya sangat mengerti jika saya butuh me-time entah nonton konser, ke bioskop, atau hang out dengan teman-teman zaman single. Demikian pun saya, nggak boleh menghentikan hobinya naik gunung, camping atau hanya sekedar nongkrong dengan sahabat-sahabatnya.
Banyak teman suami saya yang bilang, bahwa ia beruntung menikah dengan saya yang ‘rela’ membiarkan ia nongkrong dengan teman-teman lainnya tanpa harus berkilah, mencari alasan yang masuk akal atau berbohong pada pasangannya. Bahkan, teman-temannya yang masih single pun bilang, mau cari istri yang seperti saya, yang bisa membiarkan suami pergi kemana-mana sendiri, bergaul dengan teman-temannya *uhuk, maap, ini special edition, hihihi*.
Walaupun banyak yang memuji cara kami, tapi tidak ada yang sempurna kan? Kehidupan pernikahan setiap pasangan pasti berbeda. Ada yang setelah menikah langsung menjadi satu kemana pun mereka pergi atau ada juga yang seperti kami, which one are you, Mommies?
Saya: “Itu siapa, sih?”
Suami: “Itu Hariman Siregar, dia aktivis mahasiswa pas Malari tahun 74 yang mau menjatuhkan Soeharto model kaya tahun 98 kemarin.”
Suami saya pun menjelaskan panjang lebar mengenai Hariman Siregar dan kami pun asyik mengobrol mengenai kondisi politik Indonesia.
Sampai tiba-tiba, “Ini lagu apa, sih?”
Saya: “Oh, itu George Michael. Ini lagu Wake Me Up Before You Gogo waktu dia masih sama The Wham, band-nya.”
Ya, kira-kira dapat gambaran, ya, bagaimana ‘dekat’nya interest saya dan suami? Masih banyak lagi perbedaan antara kami berdua.
Saya dari kecil hidup dekat dengan keluarga. Suami sejak SMP sudah ‘keluar’ rumah untuk sekolah di kota lain.
Saya biasa menghabiskan waktu dengan teman-teman di cafe atau coffee shop, suami suka camping atau naik gunung.
Saya enggan keluar rumah kalau hanya memakai daster, suami cuek pakai sandal jepit kalau ke mal.
Saya penikmat buku, majalah, tabloid dan film, suami penikmat koran dan tayangan berita serta sepakbola.
Begitu banyak perbedaan antara kami, bahkan banyak orang-orang sekitar kami yang berspekulasi saat kami mulai dekat dan memutuskan menikah. Tragis, ya *duile, lebay amat, haha*.
Tapi serius, banyak yang meragukan hubungan kami. Terus apa yang membuat kami tetap bersama?
Niat *suit suiiit*.
Pasti banyak Mommies yang merasa hubungan dengan suaminya juga penuh perbedaan. Tapi sungguh, kalau sudah kenal saya dan suami baru akan tahu perbedaan macam apa yang ada di antara kami.
Di awal pernikahan hingga tahun keempat pernikahan, menyatukan 2 kepala (yang kebetulan sama-sama keras, nah ini dia persamaan kami, sama-sama keras kepala!), nggak mudah sama sekali. Ada saja hal-hal kecil yang kami ributkan, mulai dari saya yang merasa nggak diperhatikan, suami yang merasa dicurigai terus akibat saya kalau nanya seperti satpam (hehehe) dsb dsb.
Semakin ke sini, makin sadar bahwa niat saja nggak cukup dalam pernikahan. Harus ada toleransi antara suami dan istri. Seniat-niatnya atau secinta-cintanya, kalau nggak ada toleransi, perpisahan bisa saja terjadi. Nah, batas toleransi ini dalam setiap manusia kan berbeda-beda, ya. Misalnya, ada yang bisa cemburu buta kalau lihat istrinya terima SMS dari pria lain (ya, terima SMS saja padahal, kirim saja tidak), sementara pasangan yang lain si suami malah bisa mingle sama sahabat-sahabat istri yang lelaki semua itu. Yang lain lagi, ada pasangan yang suaminya merelakan sang istri menjadi bread winner, sementara pasangan lain si suami bete melihat istrinya sibuk dan karirnya bagus di kantor.
Menyadari hal ini, kami berkaca pada diri masing-masing, sejauh mana batas toleransi yang ada dalam diri masing-masing. Apakah saat suami nggak kasih kabar setiap 2 jam sekali harus jadi masalah? Apakah saat saya tertidur nggak bukakan pintu saat ia pulang malam akan dijadikan masalah olehnya? Atau sesederhana, apakah kalau suami menaruh handuk basah di kasur jadi masalah?
We try not to sweat small things. Mencoba, ya, bukan berarti saat ini sudah tidak melakukannya. Lalu berpikiran positif, suami nggak bisa ngasih kabar, saya lebih memilih untuk berpikir, “Oh, mungkin baterai habis atau nggak ada sinyal” daripada meneleponnya (yang nggak diangkat-angkat) atau mengirimkan beribu SMS (yang tidak dibalas), bikin kesal sendiri, kan? Mendingan berpikiran positif dan memiliki kesibukan sendiri.
Kemarin, 29 Juli, adalah 5 tahun kami bersama. Tak ada perayaan, tak ada kado spesial, tak ada bunga atau apa pun. Saya pribadi hanya bersyukur, kami bisa berjalan sejauh ini.
Kami memang telah menikah, menjadi satu dalam sebuah keluarga. Tapi ada hal-hal di mana kami harus tetap menjadi diri sendiri. Suami saya sangat mengerti jika saya butuh me-time entah nonton konser, ke bioskop, atau hang out dengan teman-teman zaman single. Demikian pun saya, nggak boleh menghentikan hobinya naik gunung, camping atau hanya sekedar nongkrong dengan sahabat-sahabatnya.
Banyak teman suami saya yang bilang, bahwa ia beruntung menikah dengan saya yang ‘rela’ membiarkan ia nongkrong dengan teman-teman lainnya tanpa harus berkilah, mencari alasan yang masuk akal atau berbohong pada pasangannya. Bahkan, teman-temannya yang masih single pun bilang, mau cari istri yang seperti saya, yang bisa membiarkan suami pergi kemana-mana sendiri, bergaul dengan teman-temannya *uhuk, maap, ini special edition, hihihi*.
Walaupun banyak yang memuji cara kami, tapi tidak ada yang sempurna kan? Kehidupan pernikahan setiap pasangan pasti berbeda. Ada yang setelah menikah langsung menjadi satu kemana pun mereka pergi atau ada juga yang seperti kami, which one are you, Mommies?
Senin, 11 Agustus 2014
T.R.U.L.Y
In life , you will realize there is a role for everyone you meet. some will test you, some will use you, some will love you and some will teach you.
but the one truly important are the ones who bring out the best in you. they are the rare and amazing people who remind you why it's worth it.
yeah...i would like to tell you something.. Sstt.. this is not my secret anymore :)) You deserved to knowing me more closer :)) Curcol aja ini mah hehhe
but i can't get you out of my head.
My friends are sick of hearing about you ( absolutely ) and i think my brain might almost be too T_T
Your words, your ideas, our conversation, our story.
They go around and around in my head, keeping me up until early in the morning. But no matter how much i think about you, I can't get enough. I yearn for another second of your laughter, for another glimpse inside your mind, for another chance to hear my name from your voice.
I look forward to our next talk, even if it's just about the weather.
Just a hello. Anything.... Anything that might make you think about me as much as I think about you.
Because i can't get you out of my head.
the matters of love will never end of our lives, exactly.
You know, the feeling where you stay up at night, stare at your ceiling, ask yourself an infinite number of questions, then sit there and debate on weather or not you actually want to know the answer.
The feeling where you wonder who truly cares about you and who is just saying you, who is there for you and who is so desperately waiting for you to fail.
The feeling where you feel like you're not good enough, that you need to be this, this, and this to be successful and liked. you crave for the attention you know you can't have.
The feeling where you get frustrated because it's physically impossible to be 100% happy. You want someone to vent to but no one will understand you.
The feeling where you question your value, your worth, your pride, yourself, everything.......and you think. Over think. All night. All you're left with , is you, yourself, and a very dark place.
I don't know where to go from here. I don't even know who I am anymore...
Jakarta, 11 August 2014
Kondeet
Sabtu, 05 Juli 2014
The man of this month part III
Setelah beberapa waktu lalu gue spesial memposting andi nugroho open please and open please sebagai lelaki terroyal versi hidup gue dan syarief nugraha hasbi alias arief open please sebagai lelaki tersabar pertama versi hidup gue. Oke kali ini gue mau bercerita juga tentang temen gue yg lain, tepatnya sahabat deh, yang hampir mau 2 tahun tiap hari berinteraksi sama gue.
Namanya gempar rahmad. Gua biasa manggil mamat karena nama dia ga cocok sama body nya yg minimalis :))
Satu kata yg ada di otak gue kalau nyebut namanya adalah NGESELIN.
Ngeseleninnya udah masuk stadium ganas. Paling sering nguji kesabaran gue banget dah nih bocah kamprett :))
Kadang ngeselin lucuk, tapi sering juga ngeselin yg bener2 bikin emosi jiwa.
Masa iya si kampret itu bikin gue ga bisa tidur lagi ampe pagi. Ini udah ga lucuk!! Makanya gue ngambek dan diemin dia ada kali seminggu haha.
Jadi dia pernah nge-Ping gue jam 1 pagi cuma bilang dia ga bisa masuk dan mau numpang tidur di kamar gue ( waktu itu ada emaknya datang dari aceh dan tidur dikamar nya ) . Cerita lengkapnya panjang menyangkut si anak yanto, ghalih dan vantoz juga.
Intinya setelah gue buka pintu dan melek maksimal eh si kampret cungkring kaga nongol lagi. Bbm, wassap, sms, tlp gue ga dijawab. Pake ada drama ganti DP bbm pake anjing segala :p
Ya gituuuuuuu taulah ending nya gue ga tidur ampe adzan shubuh dengan emosi bergelora di dada ( pengen makan dia ) dan si punya masalah sama sekali ga ngerasa bersalah malah langsung capcus liburan ke bandung sama keluarganya.
Satu kata yg ada di otak gue kalau nyebut namanya adalah NGESELIN.
Ngeseleninnya udah masuk stadium ganas. Paling sering nguji kesabaran gue banget dah nih bocah kamprett :))
Kadang ngeselin lucuk, tapi sering juga ngeselin yg bener2 bikin emosi jiwa.
Masa iya si kampret itu bikin gue ga bisa tidur lagi ampe pagi. Ini udah ga lucuk!! Makanya gue ngambek dan diemin dia ada kali seminggu haha.
Jadi dia pernah nge-Ping gue jam 1 pagi cuma bilang dia ga bisa masuk dan mau numpang tidur di kamar gue ( waktu itu ada emaknya datang dari aceh dan tidur dikamar nya ) . Cerita lengkapnya panjang menyangkut si anak yanto, ghalih dan vantoz juga.
Intinya setelah gue buka pintu dan melek maksimal eh si kampret cungkring kaga nongol lagi. Bbm, wassap, sms, tlp gue ga dijawab. Pake ada drama ganti DP bbm pake anjing segala :p
Ya gituuuuuuu taulah ending nya gue ga tidur ampe adzan shubuh dengan emosi bergelora di dada ( pengen makan dia ) dan si punya masalah sama sekali ga ngerasa bersalah malah langsung capcus liburan ke bandung sama keluarganya.
Dia klo ada maunya hrs diturut. Pernah si tanzil, ade nya, minta duit kuliah dng rincian yg gede dan ga masuk akal ( menurut dia ). Kebetulan si kesayangan gue sekampus sama doski, kaka tingkat gtulah. Malem2 dong gue disuruh nanyain dan nyari pembenaran atas biaya itu, ampe kesayangan gue ngomel2, eh abis itu si mamat songong pula minta jwban cepet. Padahal ujungnya, abangnya dia yg bayar hahaaha.
Dia satu-satu nya anak yang suka gedor2 kamar gue ga tau waktu sambil teriak2 " bons bons bons" . Kesannya kamar gue dan gue itu mesin absen nya dia zzzzzz.
Dia datang, mau pergi dan mau boker juga masih teriak teriak bons bons bons, ngesiln !
kalau gue lagi tidur atau lagi me time atau lagi telponan atau apalah activitas pribadi gue, suka mendadak mual ngedenger teriakan dia yg ga banget .
Betah banget ngejogrog dikamar gue, padahal dia paling sering nyela kamar gue itu panas. Paling sesukanya pake gelas, sendok, piring gue, dan naro bekasnya didepan kamar gue, Entah apa yang ada di pikiran dia -__-
Dia datang, mau pergi dan mau boker juga masih teriak teriak bons bons bons, ngesiln !
kalau gue lagi tidur atau lagi me time atau lagi telponan atau apalah activitas pribadi gue, suka mendadak mual ngedenger teriakan dia yg ga banget .
Betah banget ngejogrog dikamar gue, padahal dia paling sering nyela kamar gue itu panas. Paling sesukanya pake gelas, sendok, piring gue, dan naro bekasnya didepan kamar gue, Entah apa yang ada di pikiran dia -__-
Dia juga nih ya doyan banget bikin gue gemuk. Ngajakin makan di jam terlarang terus.
Pernah jam 1 malam maksa makan bakmi roxy kan hamsiyong.
Klo gue bilang takut gemuk, pasti tar si kampret bilang "ga baik bons nahan laper tar kram otak loh" .. yaakaliiiiii
Pernah jam 1 malam maksa makan bakmi roxy kan hamsiyong.
Klo gue bilang takut gemuk, pasti tar si kampret bilang "ga baik bons nahan laper tar kram otak loh" .. yaakaliiiiii
Oya satu lagi, dia follower gue bingittzzz #DitimpukMamat hhaha.
Dari mulai Hape, sampe selera makananpun ngikutin wkwkwk so artis bingits ya gue. Haghaghgah.
Dari mulai Hape, sampe selera makananpun ngikutin wkwkwk so artis bingits ya gue. Haghaghgah.
Buruk semua ya.
Hahha..
Hahha..
Tapiiii gitu2 juga dia tersolider sebagai temen, baik, ga itung2an, tulus, penurut,good listener, penurut sama gue, selalu bikin gue ketawa ngakak dan sabar bingit ngadepin sifat gue yang moody. Mungkin karna kita berada dinaungan bintang yg sama sagitarius, jadi kita cocok banget berteman. Berantem dan baikan dalam waktu bentar.
Apalagi kalo udah ngumpul berempat sama anak yanto dan si follin, udah dah ada aja yg bikin ngakak.
Apalagi kalo udah ngumpul berempat sama anak yanto dan si follin, udah dah ada aja yg bikin ngakak.
Mamat itu orangnya ga perhitungan masalah barang, ga rese lah. Duit kita berempat muterr ga jelas khas anak kosan. Tapi untung diantara kita, dia gajian paling awal tgl 25, lumayan bisa buat nafas ampe gajian. Hohoho
Gue bisa cerita apapun sama si kampret cungkring itu :))
Orangnya juga ngemong sama temen, ga pelit sama barang,.
Pokonya gue nyamaaaaaaaaaaaannnnnn banget klo udah ngumpul berempat.
Bisa jd diri sendiri yg pacar kitA aja nih mungkin ga tau busuk2 nya kita, itu lebih dari segalanya.
Orangnya juga ngemong sama temen, ga pelit sama barang,.
Pokonya gue nyamaaaaaaaaaaaannnnnn banget klo udah ngumpul berempat.
Bisa jd diri sendiri yg pacar kitA aja nih mungkin ga tau busuk2 nya kita, itu lebih dari segalanya.
Hhmmmm, Cepet atao lambat rutinitas dan frekwensi persahabatan kita ini bakal berubah.
Salah satu dr kita pasti akan nikah dan keluar dari kosan ( ya allah semoga gue yg pertaman ya aamiin allohuma ya aamiin )
Gue bersyukur atas anugrah persahabatan ini dari Allah SWT,..
Setidaknya ada yg bisa gue ceritain ke anak cucu kelak.
Salah satu dr kita pasti akan nikah dan keluar dari kosan ( ya allah semoga gue yg pertaman ya aamiin allohuma ya aamiin )
Gue bersyukur atas anugrah persahabatan ini dari Allah SWT,..
Setidaknya ada yg bisa gue ceritain ke anak cucu kelak.
So, Semoga tulisan ga berarti ini, bisa jd reminder kita di 5 atao 10 tahun yg akan datang.
Kalo kita pernah banyak ketawa melakukan hal bodoh di kosan bali.
Kalo kita pernah banyak ketawa melakukan hal bodoh di kosan bali.
* foto menyusul ya cyn, ga bisa upload dari sindang *
Cupcupmuah buat kalian.
Senin, 16 Juni 2014
antara belanda dan jepang
Dari dulu gue punya mimpi untuk bisa tinggal di luar negeri, hehe.
Entah itu untuk melanjutkan study, penugasan pekerjaan atau ikut suami :p
Gue seneng denger cerita orang2 yang merantau di negeri orang. Bagaimana mereka bertahan hidup, melakukan aktivitas sehari-hari, belajar bersosialisasi dengan lingkungan, belajar bahasa setempat, exploring daerah baru dan tentunya merasakan menjadi minoritas sebagai pemeluk agama islam.
Tampak menyenangkan walaupun gue tau itu tidak mudah.
but i would to try.
Gue juga mau ko andai nanti di bawa suami ke luar negeri, entah suami melanjutkan studi sambil bekerja atau memang untuk bekerja disana, Gue ikhlas ko jadi ibu rumah tangga, walaupun harapan gue sih tetep bisa berkarir setelah menikah.
gue akan jadi wanita mandiri, ngurus suami dan anak di rumah aja hihi.
pergi ke pasar sendiri, nyuci dan ngepel sendiri, masak dan beresin rumah sendiri sampai antar jemput anak sekolah sendiri juga.
setau gue sih biaya hidup di luar negeri itu mahal banget, jd gue mau juga ko kemana-mana pake sepeda :))
gue akan merasakan bener2 what a simple life with a lot of happiness.
Menjadi ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak :))
suasananya pasti tidak akan sama kaya di jakarta yang super duper hedon.
harus punya kendaraan untuk menunjang aktivitas ( karena public transportation tidak mendukung ) dan taraf kebahagiaan orang di ukur dengan what do they have, syarat untuk dihormati lingkungan dengan what do they have too, sangat ribeetttt :/
Belanda, negara impian pertama gue di eropa.
Jepang. negara pertama impian gue di asia.
hahhaha...
udah ah ngayal nya..
kira-kira siapa yang mau ngajak gue hidup prihatin dan mandiri di negara orang? ^^
Entah itu untuk melanjutkan study, penugasan pekerjaan atau ikut suami :p
Gue seneng denger cerita orang2 yang merantau di negeri orang. Bagaimana mereka bertahan hidup, melakukan aktivitas sehari-hari, belajar bersosialisasi dengan lingkungan, belajar bahasa setempat, exploring daerah baru dan tentunya merasakan menjadi minoritas sebagai pemeluk agama islam.
Tampak menyenangkan walaupun gue tau itu tidak mudah.
but i would to try.
Gue juga mau ko andai nanti di bawa suami ke luar negeri, entah suami melanjutkan studi sambil bekerja atau memang untuk bekerja disana, Gue ikhlas ko jadi ibu rumah tangga, walaupun harapan gue sih tetep bisa berkarir setelah menikah.
gue akan jadi wanita mandiri, ngurus suami dan anak di rumah aja hihi.
pergi ke pasar sendiri, nyuci dan ngepel sendiri, masak dan beresin rumah sendiri sampai antar jemput anak sekolah sendiri juga.
setau gue sih biaya hidup di luar negeri itu mahal banget, jd gue mau juga ko kemana-mana pake sepeda :))
gue akan merasakan bener2 what a simple life with a lot of happiness.
Menjadi ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak :))
suasananya pasti tidak akan sama kaya di jakarta yang super duper hedon.
harus punya kendaraan untuk menunjang aktivitas ( karena public transportation tidak mendukung ) dan taraf kebahagiaan orang di ukur dengan what do they have, syarat untuk dihormati lingkungan dengan what do they have too, sangat ribeetttt :/
Belanda, negara impian pertama gue di eropa.
Mungkin nanti gue kaya gitu, kemana-mana pake sepeda :)
Bakal liat bunga tulip terus <3 br="">3>
Mungkin gue akan menempati salah satu dari rumah itu
Gue pasti akan selalu bawa anak gue bermain di taman-taman seperti ini.
Jepang. negara pertama impian gue di asia.
seperti biasa, gue akan menjadi wanita mandiri nganter anak sekolah, belanja ke pasar menggunakan sepeda XD
Taman jadi pilihan piknik keluarga ( gratiss )
Family room gue mungkin kaya gini
Kalau kata temen gue yg sekarang tinggal di jepang, orang jepang jarang yg memiliki rumah pribadi. Karena harga tanah dan rumah disana sangat maha, belum lagi biaya hidup di jepang adalah peringkat ke 5 termahal setelah swiss da Melbeurn. kebanyakan mereka tinggal di apartemen.
apartemen seperti ini yg akan dihuni gue dan keluarga :D
hahhaha...
udah ah ngayal nya..
kira-kira siapa yang mau ngajak gue hidup prihatin dan mandiri di negara orang? ^^
Selasa, 10 Juni 2014
Capres dan Cawapres pilihan 2014
Sebelumnya sy tdk pernah ikut terlalu dalam untuk urusan
politik. Tapi sy pikir, generasi muda seperti kita yg pada akhirnya akan
mewarisi baik atau buruk apa yg dibangun pendahulu kita.
Maka sudah bukan waktunya lagi buta politik dan bersikap masa bodo dengan calon2 pemimpin yg
akan menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan. Jika kita tidak ingin diwarisi
sistem pemerintahan yang bobrok dan kembali miskin karna sebagian aset dan
kekayaan bangsa indonesia dijual kepihak asing.
Sudah jadi rahasia umum lagi kalau saya memang memiliki
kecenderungan untuk memilih pasangan Prabowo – Hatta, walaupun masih ada kemungkinan
pilihan saya berubah. Secara akhir-akhir ini saya lebih aktip men share link-link dari berbagai sumber sebagai bahan refrensi. Boleh lah disebut Negative campaign tapi menolak disebut black campaign.
Debat tadi malam cukup ,menarik perhatian krn ini merupakan
debat pertama pasangan capres cawapres
no urut 1 Prabowo – Hatta dan pasangan capres cawapres no urut 2 Jokowi – JK secara terbuka.
Pasangan no urut 1 Prabowo – Hatta tampil dengan seragam
andalannya kemeja putih sedangkan pasangan no urut 2 Jokowi – JK tampil beda
dengan menggunakan jas hitam. Walaupun bagi sebagian orang perubahan penampilan
bukan hal penting, tapi bagi saya itu adalah mencerminkan konsistensi atas komitmen
dari masing2 kubu. Dimana jokowi yg sudah punya trademark kotak-kotak untuk semakin
mempertegas bahwa beliau adalah pemimpin yg sederhana, merakyat dan jujur kini tiba-tiba
muncul dengan tampilan jas hitam rapi terkesan ekslusif. Jangan salahkan paradigma sebagian orang yg
sama seperti saya, bahwa berkomitmen atas apa yg dibangun untuk “pencitraan
diri” saja tidak bisa dijaga, apalagi komitmen yg lebih besar untuk memimpin
bangsa indonesia. Memang tidak ada yg salah dengan busana yang dikenakan oleh pasangan
nomor urut 2, tapi bagi saya Jokowi sudah sangat melekat dengan kotak-kotak dan
itu sudah jadi identitas diri untuk menunjukan kesederhanaan beliau. Berhubung ini adalah “pertarungan” maka
baiknya apa yg sudah “dijual” kemasyarakat tetap di pertahankan.
Bagi saya skor sudah 1-0 untuk kemenangan Prabowo – Hatta.
Masuk ke season debat, kubu Prabowo – Hatta berhasil
menjawab pertanyaan dari moderator sesuai dengan substansi. Dengan menjabarkan
secara jelas, gamblang langkah-langkah kongkret yg akan diambil jika belau terpilih
sebagai presiden dan wakil presiden. Setiap alasan yg disebutkan oleh Prabowo, lugas,
tepat, tegas, masuk akal dan sesuai dengan kapasitas pertanyaan. Didukung oleh
Hatta yg merupakan ekonom dan memiliki pengalaman dalam regulasi pemerintahan,
melengkapi apa yang dimiliki Prabowo. Berbicara lebih banyak kepada langkah,
konsep, inovasi dan eksekusi. Memilih kekuatan
pangan dan energy sebagai high priority diawal-awal masa kepemimpinannya dengan
tetap mengusung demokrasi dan kepastian hukum sebagai landasannya. Semua yg
dikemukakan masih didalam koridor etika, cerdas dan bertatakrama .
Berbeda dengan kubu pasangan Jokowi – JK yang terus stuck
dengan “menjual” pencapaian, pengalaman dan prestasi yang sebenarnya masih
belum 100 persen di nilai sukses oleh masyarakat.
Jokowi lebih banyak mengemukakan tentang pembenahan sistem, pro requirement dan pemilihan SDM yg
berkualitas.
Seperti ketika moderator bertanya kerangka hukum untuk tetap
menjaga keutuhan bhineka tunggal ika, Jokowi tidak menjawab dengan tegas dan
jelas jenis kerangka hukum apa yang akan digunakan. Beliau hanya membahas
mengenai prestasi mengangkat Lurah Suzan yg background nya memiliki keyakinan
agama berbeda dng mayoritas penduduk setempat. Jokowi lebih terlihat tidak siap
dengan semua pertanyaan yang diajukan oleh moderator, terlihat dengan jawaban yang
kebanyakan tidak sesuai dengan pertanyaan, jawaban yg terlihat tidak yakin dan
lebih banyak meminta JK untuk melanjutkan penjelasan. Saya lihat Jokowi
tertolong oleh pernyataan –pernyataan JK yang jauh lebih berbobot dibanding
Jokowi, Lebih konsepsional dan lebih sesuai dengan substansi pertanyaan.
Terlihat jokowi banyak menjual prestasi sendiri ketika
moderator membahas tentang diskriminasi. Dimana, Jokowi menyatakan bahwa beliau ditunjuk sebagai Capres
krn prestasi bukan karna ketua partai, terdengar seperti nada sindiran untuk
kubu Prabowo. Jokowi juga terkesan menganggap remeh sistem dengan pernyataan yang
menimbulkan pro kontra mengenai e-Government “ tinggal panggil programer 2 minggu beres”
ibarat launching bus karatan tanpa test kelayakan akhirnya tidak bisa dipake
dan merugikan uang rakyat
Untuk tambahan informasi, saya bekerja disuatu perusahaan yg sekarang ikut
menyesuaikan rules pekerjaan berdasarkan sistem e-government yang sudah mulai
diterapkan terhitung saat Jokowi mulai menjabat jadi Gubernur. Sampai sekarang
sudah hampir berjalan 2 tahun sistem belum berjalan optimal. Mana bukti
ungkapan jokowi yang menyebutkan tinggal panggil programer 2 minggu beres? Terlihat
beliau tidak memahami kompleksitas yg terjadi di lapangan. Jelas!
Andalan selanjutnya blusukan, dengan tujuan mendengarkan
keluhan warga dan menampung aspirasi. Padahal tahukah anda, dana APBD DKI untuk
sekali blusukan Gubernur sangat tinggi? Bisa dibayangkan jika Presiden lebih
banyak blusukan ketimbang mengawasi sistem yg dibangun ?
Pernyataan Jokowi lain mengenai Politik Anggaran yg bisa
menimbulak disintegritas bangsa. Jokowi bilang kalau bagus dapat reward, kalau
terjadi kebocoran akan ada pemotongan APBD daerah tersebut. Gimana logikanya ,
bila yg menikmati penyelewengan tsb adl pejabat negara, tp rakyatlah yg hrs
menanggung beban. Gimana roda pembangunan daerah bs berjalan, bila tjadi
kebocoran anggaran tp masyarakat yg menanggung akibatnya. Jadi, politik
anggaran yg disampein Jokowi yg maen potong APBD tsb tidak mencerminkan azas
keadilan kpd rakyat kecil. Contoh RSUD berhenti beroperasi krn kekurangan dana,
yg jd korban rakyat kecil.
Yang lebih menarik adalah ketika season saling memberikan pertanyaan, kubu Prabowo –
Hatta memberikan pertanyaan yang realistis mengenai pemekaran daerah dan
langkah menghapus diskriminasi.Terlihat terjadi debat dan adu argument yang sehat antara kedua belah pihak.
berbeda dengan kubu Jokowi - JK yang lebih memilih mengangkat isue
daur ulang HAM yang JELAS belum terbukti keakuratannya ( karna sama sekali
tidak pernah masuk ke ranah pengadilan, diadili dan dihukum ). Dengan gentle,
tegas menjawab semua pertanyaan. Prabowo memberikan klarifiaksi di depan publik
dengan memberikan clue untuk membuka kasus ini lagi dengan lebih transparan. Prabowo
menjelaskan bahwa dia prajurit bertugas untuk menjaga keamanan dan keutuhan
bangsa dan rakyat indonesia. Prabowo merupakan prajurit yg bertagung jawab
kepada atasannya. Terlihat mana yg negarawan dan mana yg petugas partai, Prabowo tidak berusaha untuk menyerang
balik kubu Jokowi dengan mengangkat isue daur ulang.
Pertanyaan yang menyerang pribadi pertanda belum move on, JK mesti
paham bhw atasan penanggung jawab tertinggi tindakan &pengawasan bawahannya.
Secara keseluruhan dari debat tadi malam, saya cenderung
lebih puas dengan jawaban, pemikiran dan sikap yang ditunjukan oleh pasangan
nomor urut 1. Pasangan nomor urut 2 terlihat by skenario untuk semua
jawaban-jawaban sistematis.
Saya memang mengagumi sosok Jokowi dan telah memilih beliau
untuk memimpin DKI 5 tahun kedepan. Saya memiliki pengharapan yang tinggi untuk
perubahan yang sesuai dengan janji kampanye beliau. Tapi belum sepenuhnya
selesai dengan amanahnya, beliau sudah ingkar untuk memilih mengemban amanah yg
jauh lebih besar dibanding Gubernur. Alasan untuk lebih mendapatkan kekuatan
penuh dalam mengelola DKI sangat tidak rasioanl. Presiden tidak hanya untuk
mengurusi masalah yang ada di DKI, lebih dari itu presiden menangani masalah
dari seluruh pelosok negeri dengan tidak menganakemaskan salah satu daerah.
Sosok pak Jokowi nya sih ga ada apa-apa, yang ada apa-apa
itu adalah orang-orang yg ada dibelakangnya. Jadi sudah bisa tentukan pilihan?
Semua demi #IndonesiaHebat #IndonesiaBangkit dan #NoGolput
Rabu, 21 Mei 2014
Hambar
Bingung caraku tuk mengatakan
bahwaku sudah tak bisa denganmu
jalani cinta ini lebih lama lagi
maafkan aku tak mampu lagi
terus menyimpan perasaan ini
tak mau sakitimu lebih lama
Ada yang salah dengan hubungan kita selama ini
setelah sekian lama baru ku sadar
aku merasa kita takan seindah dulu
jujur saja setiap kali ku ada bersamamu
ku sudah merasa... hambar...
Langganan:
Postingan (Atom)











